Showing posts with label Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Otomotif. Show all posts

Friday, November 11, 2016

Biaya Modifikasi Motor Thunder 125 - Agak Klasik

Mengumpulkan Alat dan Bahan/Sparepart untuk Modif Suzuki Thunder 125 serta Menghitung Biayanya

Karena saya sudah memutuskan konsep modifikasi Thunder 125 seperti yang sudah direncanakan, maka sekarang saatnya mengumpulkan alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan untuk kemudian memulai proses modifikasi. Tentunya sambil jalan.

Penginnya sih bikin yang seperti ini tapi warna biru:
Modified Honda CB1100 F
Itu modelnya disebut apa ya? Japstyle kah? Cafe racer? atau apa ya... hmmm entah lah. sebut saja agak klasik. yang penting saya suka. hehehe... Hasilnya nggak harus sama persis seperti di gambar sih, itu terlalu keren. Kelasnya sudah beda jauh. Itu buat inspirasi & ide saja. Buat pemula seperti saya yang penting sesuai selera dan imajinasi saya. :P

Agar biaya yang dikeluarkan tetap terkontrol sesuai budget yang ada dan sebagai pengingat kalau nanti ada yang tanya-tanya, maka disini saya mencoba untuk menginventarisir alias bikin daftar harga alat dan bahan yang saya butuhkan untuk memodifikasi sendiri motor biru saya ini.

Daftar Harga Bahan/Sparepart/Suku Cadang dan Aksesoris Modifikasi Thunder 125

Berikut sparepart dan aksesoris modifikasi motor agak klasik yang sudah dan mungkin akan saya beli:

Tangki CB 1100 repro
Jumlah Barang : 1 Barang (7 kg)
Harga Barang : Rp 700.000
Ongkos Kirim : Rp 182.000
Total Pembayaran: Rp 882.000

Spakbor/slebor Custom Japstyle bahan plat galvanis mentah depan belakang
Harga Barang: Rp130.000
Biaya Pengiriman: Rp30.000
Total Belanja: Rp160.000

Plat Bolong Serba Guna
Harga per item : Rp2.800
Jumlah item : 20
Harga Barang: Rp56.000
Biaya Pengiriman: Rp30.000
Total Belanja: Rp86.000

Begel Samping Honda CB model potong/pendek
Harga Barang: Rp35.000
Biaya Pengiriman: Rp23.500
Total Belanja: Rp58.500

Tutup Aki Samping Rock Custom KW -- (tak terpakai)
Harga Barang: Rp80.000
Biaya Pengiriman: Rp27.000
Total Belanja: Rp107.000
-----------------------
Filter Udara Thunder 125 Merk 138 Replacement @ Rp15.000
Tutup Tangki Variasi Honda CB 100 @ Rp24.000
Kran Bensin Tangki Tiger, Megapro @Rp25.000
Total Harga Barang: Rp64.000
Biaya Pengiriman: Rp26.000
Total Belanja: Rp90.000
------------------------
Jok Motor Honda GL PRO/MAX @Rp200000 (tak terpakai)
Cover Jok Hitam @Rp50000 (tak terpakai)
Kran Bensin CB100 @Rp15000 (tak terpakai)
Karet Cover Shock breaker Depan Panjang @Rp25000
Stoplamp CB model kodok @Rp50000
Dudukan Stoplamp CB almunium chrome @Rp35000



Daftar Harga Sparepart Thunder 125

Karena kondisi motor ini yang memang sudah banyak kerusakan, jadi ya harus beli sparepart pengganti juga :(
COIL THUNDER TKD Kd 740982 @Rp55.000
KABEL SPEDO THUNDER 125 DNW Kode 740421 @Rp22.000
Harga Barang: Rp73.000
Biaya Pengiriman: Rp20.500
Voucher : Rp18.700
Total Belanja: Rp74.800

-------------------------

REPARKIT CARBURATOR THUNDER 125 ASSY TKD Kode 740542 @Rp18.000
SKEP THUNDER 125 ASSY ARS kode 740968 @Rp55.000
DUDUKAN HANDLE LH THUNDER NEW AR Kode 740862 @Rp23.000
Harga Barang: Rp96.000
Biaya Pengiriman: Rp17.000
Total Belanja: Rp113.000

-------------------------

Daftar Harga Peralatan yang Dibutuhkan

Staples Tembak. 4 Mm ~ 14 Mm
Harga Barang: Rp71.000
Biaya Pengiriman: Rp26.000
Total Belanja: Rp97.000

Karena ternyata susah mencari sparepart yang mirip dan sesuai untuk bikin Thunder 125 seperti di gambar, jadi ya sepertinya hasilnya akan berbeda. hehehe...
Sekian catatan daftar harga alat dan bahan untuk modifikasi Suzuki Thunder 125 agak klasik. Mungkin akan saya update selama proses sampai jadi.
Continue ►

Wednesday, October 26, 2016

Modifikasi Suzuki Thunder 125 : Perencanaan

Mengumpulkan Ide/Ispirasi dan Penentuan Konsep Modifikasi Suzuki Thunder 125

Suzuki Thunder 125 adalah sepeda motor pertama saya yang saya beli menggunakan uang sendiri hasil dari bekerja sebagai kuli pabrik setelah lulus sekolah. Dulu saya beli seharga 10 juta-an rupiah dalam kondisi bekas dan sudah dimodif ala anak alay yang menjengkelkan. Walau kondisinya sudah banyak perubahan yang gayanya tidak sesuai dengan style saya, tapi tetap saya beli karena waktu itu saya butuh motor dengan tipe sport (motor laki/lanang), harga murah, tahun muda, dan irit BBM. Kenapa harus motor sport irit BBM? Pertama karena saat itu saya ingin belajar pake kopling manual dan sebelumnya belum pernah nyoba motor laki. hehehe... Selain itu karena akan saya pakai untuk kuliah, jaraknya cukup jauh sehingga harus irit BBM. Pilihannya waktu itu hanya ada Honda GL MAX Neotech dan Suzuki Thunder 125 yang sama-sama 125cc. Sebenarnya pilihan utamana GL MAX Neotech tapi di daerah saya sepertinya jarang yang jual.

Sebenarnya sudah lama saya ingin sedikit mengubah penampilan motor saya ini. Tapi selama ini hanya sebatas wacana. hehehe... Dulu pernah dimodif jadi double seat, buntut belakang meruncing dengan lampu belakang CBR dan dibikin agak nungging. Tapi hasilnya kurang rapi dan memalukan karena masih pake double shock belakang walau body sudah seperti motor sport modern.

Modifikasi Suzuki Thunder 125 sport
Suzuki Thunder 125-ku dulu yang saya modifikasi sendiri. Foto tahun 2009.

Beberapa tahun kemudian saya balikin ke standard-nya. Setelah selesai kuliah motor ini jarang dipakai dan dibiarkan nganggur berdebu di garasi rumah serta kondisi mesin tidak prima/sudah saatnya overhaul.

Suzuki Thunder 125 standar
Dikembalikan ke bentuk standar sekitar tahun 2011/2012

Daripada dibiarkan berdebu dan karatan, saya putuskan untuk membangun ulang dan memodifikasi motor Suzuki Thunder 125 ini agar layak pakai kembali. Setidaknya lebih indah dilihat dan bisa jadi pajangan. Mungkin mulai dengan modifikasi tangki dan body terlebih dahulu, baru kemudian perbaikan mesin dan penyesuainya kaki-kaki.

Motor Thunder 125 Faqih
Kondisi motor Suzuki Thunder 125 saya sekarang (2016) yang cukup memprihatinkan.

Mencari Inspirasi Modif Thunder 125

Untuk mendapatkan ide modifikasi Suzuki Thunder 125, saya telah browsing gambar-gambar moge standar dan motor sport yang telah dimodifikasi. Hasilnya, banyak sepeda motor besar dan modified motorcycles yang menarik serta menginspirasi saya tapi kebanyakan bukan Thunder 125.

Ide Modifikasi Suzuki Thunder 125 Japstyle Classic
Gambar berbagai motor keren untuk dijadikan ide/inspirasi modifikasi Thunder 125 bergaya klasik modern. 

Mengingat Thunder adalah salah satu sepeda motor yang diproduksi di era transisi, maksud saya perpindahan dari klasik ke modern, maka desainnya tidak terlalu klasik dan tidak terlalu modern. Bisa dilihat dari desain rangkanya yang masih seperti motor-motor jadul, shockbreaker belakang double tapi dibalut dengan body plastik, tangki besar dan posisi duduk agak menunduk sehingga lebih sporty seperti motor-motor sport sekarang.

Kalau melihat dari model rangkanya, maka saya pikir akan lebih mudah untuk memodifikasi Thunder menjadi lebih klasik. Dan kebetulan akhir-akhir ini saya tertarik dengan konsep modifikasi klasik seperti Japstyle, cafe racer tapi tanpa buntut tawon, dll. Modif seperti ini saya rasa lebih simple dan bisa saya lakukan sendiri. Serta tidak perlu repot merubahnya menjadi monoshock.

Setelah berselancar di internet, saya menemukan gambar motor besar yang cukup menarik untuk saya. Yaitu Honda CB1100. Ya, motor dengan gaya klasik tapi bermesin gahar 4 silinder :)

Menentukan Konsep Modifikasi Thunder 125

Singkat saja, dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memutuskan untuk memodifikasi motor Thunder 125 saya menjadi seperti moge Honda CB1100. Alasannya sebagai berikut:
  • Postur kedua motor ini mirip
  • Tangkinya besar. saya suka yang besar :D
  • Desain rangka khususnya bagian belakang Honda CB1100 mirip dengan Thunder 125. Yang membedakan hanya pada rangka penopang mesin karena mesin CB1100 lebih besar tentunya.
  • Perbedaan yang paling terlihat sekilas hanya pada desain tangki, slebor, stoplam, jok dan bagian belakang.
  • Desain sederhana

Begitulah rencana modifikasi motor Suzuki Thunder 125 saya. Semoga bisa tercapai. Berhubung ini bukan projek yang harus cepat selesai dan hanya sekedar hobi untuk mengisi waktu luang, jadi pengerjaannya sedikit demi sedikit saja sambil mengumpulkan bahan, alat dan dana. hehehe...



Continue ►

Thursday, April 2, 2015

Bongkar Suzuki Forsa: Interior dan Lantai

Baru beberapa hari setelah membeli mobil pertama saya Suzuki Forsa GLX, sudah harus dibongkar interiornya. Itu karena ketahuan banyak bagian lantai mobil yang berkarat dan keropos. Jadi, untuk memperbaikinya terpaksa harus keluarin semua kursi, lepas karpet, plastik-plastik interior, dll. Lumayan ribet, bikin capek dan pusing liatnya. Makanya, seminggu ini disibukkan dengan perbaikan mobil bekas ini dan lupa ngurusin blog. hehehe...

Cara Saya Memperbaiki Lantai Mobil Keropos (?)

Setelah membongkar interior dan terlihat semua bagian lantai yang berkarat dan keropos, sekalian bagian-bagian yang keropos saya buang. Lantai jadi terlihat bolong-bolong besar. -_- Seharusnya untuk menutupnya, mobil dibawa ke tukang las. Tapi, karena setelah saya pikir-pikir kemungkinan suatu saat kalau ada rizki lebih penginnya sih sekalian direstorasi total, jadi untuk saat ini diakalin sendiri saja. Caranya, saya pake beberapa plat/lempengan besi diletakkan melintang/membujur di atas bagian yang bolong, lalu dibor dan disekrup kedua ujungnya ke bagian lantai mobil, kemudian dilapisi lembaran almunium untuk menutup lubang bekas bagian yang keropos. Ada juga lubang-lubang kecil yang hanya saya tutup pakai dempul dan cat. Sekalian merapikan kabel-kabel body yang tersembunyi di bawah karpet yang berantakan, mungkin pernah ada perbaikan kelistrikan tanpa buka karpet lantai, jadi banyak potongan kabel yang ditinggalkan begitu saja. Setelah selesai, kemudian saya pasang lagi karpet-karpet, kursi, plastik-plastik body dan perlengkapan interior lainnya. Apakah akan awet? Entahlah, biar waktu yang membuktikan. Semoga saja tahan lama.

Untuk perbaikan semua itu ternyata butuh biaya: buat beli plat besi 1 batang panjangnya sekitar 5 meter harganya Rp.110.000; lembaran almunium ukuran 1 meter persegi harganya Rp.60.000; sekrup, baut dan ring entah berapa jumlahnya harganya sekitar Rp. 25.000; lem fox Rp. 7.500; cat Pilox Rp.24.000; dempul Rp. 33.000.

Dan itu semua belum termasuk alat-alat yang saya beli baru seperti bor tangan listrik yang harganya Rp.180.000, 3 buah mata bor Rp.45.000, dll. Tapi kalau alat-alat itu kan untuk keperluan lain juga.

Setelah benerin lantai mobil yang keropos, berikutnya harus bersihin sela-sela jendela dan ngasih sealant baru untuk menutup lubang-lubang yang memungkinkan air masuk. Hal inilah yang kemungkinan besar bikin lantai mobil keropos karena air hujan merembes masuk dan menggenang di lantai mobil.

Hmmm... masih banyak lagi yang harus dikerjakan. Mungkin beginilah kalau miara mobil tua, perlu usaha ekstra di awal untuk perbaikan dan perawatannya. Apalagi kalau dapet mobil yang kondisinya seperti Suzuki Forsa saya. Ini pelajaran berharga buat saya sendiri. Makanya kalau pengin beli mobil bekas dan punya dana lebih, mending cari yang tahunnya lebih muda dan jelas-jelas sehat saja. Biar gak repot. :D
Continue ►

Thursday, March 26, 2015

Mobil Pertama Saya, Suzuki Forsa GLX

Alhamdulillah, kesampaian juga keinginan untuk punya mobil sendiri. Setelah sekian lama menabung, dan begadang di depan laptop tiap malam hanya untuk mencari $_$.

Kemarin hari Rabu, tanggal 25 Maret 2015 bisa bawa pulang mobil pertama saya, Suzuki Forsa GLX 1989. ^_^ Walaupun motuba (mobil tua bagus/bekas) yang usianya hanya selisih beberapa bulan dengan saya. hehehe... tapi lumayan lah biar gak kehujanan dan kepanasan kalau perjalanan jauh. Awalnya penginnya sih cari Suzuki Katana, tapi pas lihat tabungan kok...?? Masih jauh untuk bisa menebus Katana. Selalu ada aja keperluan lain, buat modal juga. Akhirnya, target diturunkan, cari Forsa GLX aja deh.

Pengalaman Berburu Mobil Bekas (Motuba / Mobil Tua Bangka Bagus)

Sekedar berbagi pengalaman berburu mobil bekas. Ternyata proses untuk mendapatkan mobil bekas layak pakai itu tidak mudah ya... Butuh kesabaran extra. Namanya juga cari mobil bekas, nggak seperti beli mobil baru, tinggal pilih mobil, pergi ke dealer, pilih warna, bayar, bawa pulang. Kalau beli mobil bekas, berdasarkan pengalaman saya setelah sekian lama menunggu dana cukup, harus browsing sana-sini di berbagai situs di internet seperti online forum dan situs iklan (OLX dll), mantengin iklan terbaru yang masuk tiap hari, mencari lokasi penjual. Terkadang ada yang nawarin mobil tapi lokasi penjualnya sangat jauh dari tempat tinggal, bakalan repot kalau bolak balik untuk cek kondisi mobil. Ya kalau sudah hafal wilayah penjual atau rutenya bisa ditemukan di peta/google maps bisa lebih mudah, kalau nggak, bisa ngubek-ubek satu kota. Atau juga ada mobil yang murah dan kelihatannya bagus tapi asal kota plat nomernya terlalu jauh, misalnya plat B, L atau malah luar pulau sementara saya tinggal di wilayah Kedu, kemungkinan akan merepotkan saat bayar pajak atau balik nama mengingat proses cabut berkas/mutasi dan balik nama harus nunggu beberapa hari. Setelah ngecek kondisi mobil, belum tentu bisa langsung cocok. Kadang kondisi mobil tak sesuai ekspektasi. Ya gitu deh, terkadang foto & deskripsi iklan yang ditampilkan di website iklan tidak sesuai dengan aslinya. Ini semua benar-benar mengetes kesabaran agar jangan sampai beli hanya karena emosi pengin buru-buru punya mobil impian, sehingga tidak menyesal nantinya.

Singkat cerita, setelah melalui proses ini itu, akhirnya deal saya beli Suzuki Forsa GLX second di Jogja. Harganya mungkin seharga motor New Vixion Lighting. Kondisinya mobilnya, sebagai berikut:
  • Mobil dalam kondisi bekas pastinya. :P
  • Surat-surat kendaraan lengkap (BPKB & STNK + Faktur, foto copy pemilik sebelumnya, kwitansi kosong dengan tanda tangan pemilik sebelumnya.

Kelebihan:
  • Body luar masih lumayan
  • Cat masih lumayan
  • Interior masih lumayan rapi tapi perlu dirapikan
  • AC hidup
  • Velg Racing
  • Kelistrikan masih berfungsi termasuk Power Window dan Electric Mirror
  • Mesin masih bandel. tapi kok tadi pagi agak ngebul ya?

Kekurangan:
  • Keropos di bagian lantai, sepertinya ada banyak dan sangat perlu perbaikan (las)
  • Dinamo starter perlu diservis
  • Ban belakang ada yang tertusuk paku, tapi dibiarin aja soalnya tidak kempes
  • Lampu belakang sebelah kiri mati
  • Kemarin lewat jalanan yang rusak parah, ada bunyi-bunyi agak berisik

Pengalaman Pertama Kali Nyetir Sendiri

Selain mendapatkan mobil pertama, ternyata kemarin adalah pertama kali saya nyetir mobil sendiri tanpa didampingi orang lain. hehehe... Sebenarnya, saya baru bisa nyetir. Dulu di sekolah pernah diajarin sekali tapi lupa kayaknya. Mana ada belajar sekali langsung lancar -_- . Nah, kemudian bulan Februari kemarin saya ikut kursus stir mobil 6 kali pertemuan (1 jam setiap pertemuan atau total 6 jam) selalu ditemani instruktur, dan praktek langsung di jalan raya tanpa teori di kelas. Masih belum lancar, kalau pas berhenti dan mulai jalan di tanjakan masih kagok, parkir juga. Kemarin pas beli juga gayanya mau test drive, tapi malah bahaya, soalnya baru mau jalan, jalannya sudah nanjak, belum terbiasa main kopling kaki, walaupun tiap hari sepeda motornya pakai kopling tapi di tangan. Mungkin bapak penjualnya berfikir, ini anak mau beli mobil tapi belum bisa nyetir -_- . Akhirnya yang nyetir pak Penjual, saya cuman duduk di sampingnya.

Saat bawa pulang, pak Penjualnya nganterin mobilnya sampai pasar Gamping, soalnya aku juga khawatir kalau di dalam kota rame banget dan lampu merahnya banyak. hehehe... Tapi setelah pasar Gamping saya nyetir sendiri sampai rumah. Lumayan lancar kalau sudah jalan, cuma... sempat bingung pas mau nyalain lampu malam, stiknya beda sama Avanza yg saya pake buat belajar. Sempat mesinnya masti di lampu merah, ya itu karena belum terbiasa cara lepas kopling pas mulai jalan. Pas pindah gigi perneling juga kadang masih kasar. duhh... ndeso banget aku ini, perlu banyak latihan nyetir lagi nih untuk membiasakan diri. Alhamdulillah bisa sampai rumah dengan selamat. :D

Sekian ceritaku kali ini.
*Entah kenapa motor pertama saya Suzuki, mobil pertama pun Suzuki, dan ada hal 1 lagi yang berhubungan dengan Suzuki, padahal saya bukan Fans Berat Suzuki.  -_-   ^_-
Continue ►